Total 12 Ribu Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Maluku

Editor: Redaksi author photo
Jakarta, Hariannusantara.Id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) menyebut total 12.137 unit rumah rusak berat akibat  gempa yang terjadi di sekitar  Maluku sejak 26 September lalu. Sepanjang bulan terakhir, wilayah Maluku juga diguncang ribu gempa susulan yang membuat warga masih bertahan di pengungsian.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Agus Wibowo menyebut, total rumah rusak terdiri dari 2,712 unit rusak berat, 3,317 rusak sedang, dan 6,108 rusak ringan, serta 730 unit lainnya yang rusak adalah fasilitas umum dan fasilitas sosial.

"Data gempa bumi bumi Provinsi Maluku ini diperbarui pada 28 Oktober per pukul 13.00 WIB," kata Agus dalam siaran pers, Selasa (29/10).

Selain kerusakan rumah warga dan fasum-fasos, BNPB juga membatalkan, gempa bumi yang diterima 41 orang meninggal dunia, 228 orang luka-luka, dan 103,301 warga mengungsi.

"Ada dua jenis pengungsi. Pertama pengungsi yang terlihat langsung (rumah rusakuga:
 Pengungsi Gempa Ambon Keluhkan Tenda Sobek ke Jokowi
Merespons bencana ini, BNPB sendiri sudah memberi bantuan dana Rp6,5 miliar kepada Pemprov, Pemkab, Pemkot, hingga TNI untuk operasi pemenuhan kebutuhan dan kebutuhan pengungsi.

"Pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dilakukan oleh semua pihak, termasuk TNI / Polri dan dikoordinir oleh Pemda," ujar Agus.

Sementara itu dalam kunjungannya ke Maluku, hari ini, Presiden Joko Widodo menjanjikan bantuan dana untuk korban gempa akan dicairkan enam bulan pasca-bencana.

Saat menyerahkan Posko Pengungsian di Desa Tulehu, Maluku Tengah, Presiden mengatakan bahwa bantuan dana untuk korban gempa di wilayah Maluku diseragamkan dengan daerah-daerah lain.
"NTB itu juga baru kita berikan mungkin lebih dari enam bulan. Karena apa, ya gempanya masih ada terus. Kalau dibangun pun nanti bisa rusak lagi," katanya dikutip dari ANTARA.

Selama berada di Maluku Tengah, Jokowi juga berdialog dengan warga yang mengungsi di kompleks Universitas Darussalam juga menyediakan rumah sakit darurat, tempat pembibitan ikan, tenda pemulihan trauma untuk anak-anak, dan tenda-tenda pengungsian.

Jokowi memastikan dari sisi keuangan, anggaran telah tersedia di pos-pos Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta BNPB untuk membantu perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa di Ambon dan sekitarnya.

"Tapi perlu prosedur, yang pertama. Yang kedua, kita juga sedikit menunggu agar gempanya itu reda ya. Ini jika malam saya dengar masih ada yang kecil-kecil begitu ya. Semoga itu cepat hilang sehingga potensi pembangunan rumah bisa dikerjakan oleh masyarakat yang nanti dikoordinasi oleh pemerintah daerah, "katakan dia.

Jokowi juga meminta pembangunan kembali rumah warga yang rusak akibat gempa dilakukan menggunakan konstruksi yang tahan gempa. Dia pun menginstruksikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk pembangunan kembali fasilitas umum dan rumah yang rusak.

"Konstruksinya nanti akan disahkan oleh Pak Menteri PUPR, Pak Basuki," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

"Kita berdoa bersama semoga tidak ada gempa lagi, tsunami, dan kita bisa memulai membangun rumah-rumah yang rusak mulai bangunan fasilitas umum yang mungkin rusak sesegera mungkin," ucapnya

sumber: Antara/CNN Indonesia

Share:
Komentar

Berita Terkini