Diduga Manajemen Perkebunan PT TL Tidak Adil dan Melakukan Intimidasi Kepada Karyawan

Editor: Redaksi author photo
Foto Ilustrasi

Langsa, Hariannusantara.Id - Setiap tenaga kerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memilih, mendapatkan, atau pindah pekerjaan dan memperoleh penghasilan yang layak di dalam atau di luar negeri.

Selain itu dalam Pasal 38 ayat (2) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (“UU Hak Asasi Manusia”), dikatakan juga bahwa setiap orang berhak dengan bebas memilih pekerjaan yang disukainya dan berhak pula atas syarat-syarat ketenagakerjaan yang adil.

Lain hal nya dengan manajemen perusahaan perkebunana PT Timbang Langsa di Langsa, karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit milik swasta tersebut, miris  seperti apa yang disampaikan oleh  karyawan PT Timbang Langsa  yang merasa ditekan dan di  diintimidasi  oleh manajen perusahaan tersebut,

Kronologis yang disampaikan pada hari Jumat 1/11/19 Sumardi warga desa Timbang Langsa  salah satu  karyawan PT Timbang Langsa  bersama  teman  berencana untuk memancing ikan diilaut dengan menggunakan bot,

Dan  Sisu juga warga Timbang Langsa salah satu teman Sumardi yang juga sebagai karyawan terus mendesak dan   Sumardi agar secepat nya untuk  mencari minyak (Solar) untuk operasional bot mereka memancing,

"Kemudian Sumardi bertemu dengan Suhar salah karyawan PT Timbang Langsa sebagai sopir truk diperusahaan, kemudian Sumardi menanyakan apa ada solar kepada Suhar,  kemudian pada pukul 1.40 WIB siang Suhar  mengantar satu jerigen yang berisikan solar sekitar 20 liter kerumah  Sumardi yang saat itu Sumardi sedang tidak berada dirumah, dan jerigen yang berisi solar itu diserahkan kepada istri Sumardi."

Kemudian pada Jumat malam tanggal 1/11/19 sekitar pukul 9 WIB Sisu datang kerumah Sumardi dan menanyakan kepada Sumardi, apakah sudah ada barang nya(solar) untuk mancing.?  sudah jawab Sunardi, lalu Sisu kembali bertanya kepada Sumardi mana Barang Bukti nya saya mau lihat," kemudian Sumardi menunjukan jerigen yang berisikan solar, setelah itu Sisu pun pamit dan meninggalkan rumah Sumardi, selang 30 menit Sisu meninggalkan rumah Sumardi kemudian datang pihak keamanan atau Dansatpam (Amir) dan anggota Polres (Wira)yang ditugaskan di perkebunan PT Timbang Langsa.

Sesampainya di rumah Sumardi pihak  keamanan perkebunan tersebut langsung menanyakan kepada Sumardi, "apa yang dititipkan Suhar dirumah kamu kalau kamu tidak memgangku rumah kamu saya geledah, Sumardi sedikit  bingung dan langsung mengambil jerigen yang berisi 20 liter solar yang dititipkan oleh Suhar siang tadi kepada istri nya, sementara itu Sumardi sama sekali tidak mengetahui asal usul jerigen yang berisi solar yang di titipkan sama Suhar tersebut."ungkap Sumardi.

Selanjut nya terkait dengan dugaan pencurian yang dituduhkan oleh
Pihak perusahaan kepada  Sumardi yang sudah 10 tahun menjadi karyawan dan Suhar yang sudah 15 tahun menjadi  karyawan SKO di PT Timbang Langsa,

Selanjutnya terkait dengan hal tersebut pihak manajemen perusahaan PT Timbang Langsa menindaklanjuti kedua nya, yang kemudian kedua nya diperiksa dan dimintai keterangan oleh keamanan perusahaan juga ada menandatangani surat pernyataan yang isi nya "tidak akan melakukan lagi dan apabila ada melakukan lagi hal yang sama maka mereka siap ditindak dan diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan di NKRI du hadapan Dan satpam serta pihak keamanan lainya di kantor keamanan PT Timbang Langsa" ungkap nya

Akan tetapi yang aneh nya, setelah kedua nya diproses dan juga menanda tangani surat pernyataan tersebut Suhar dan Sumardi yang sudah lama menjadi karyawan SKO di PT Timbang Langsa didesak untuk segera mengundurkan diri dari perusahaan dimana mereka yang sudah lama bekerja, dan apabila tidak mau mengundurkan diri maka kedua nya akan dipenjarakan oleh pihak perusahaan.

Terkait hal tersebut pada hari Kamis 7/11/19 Mistak selaku ADM  PT Timbang Langsa, menjelaskan kronologis persoalan yang menimpa Suhar dan Sumardi, "terkait dengan hal tersebut kami tidak tau bagaimana solusi nya dan tidak kebijakan sebab persoalan itu sudah sampai ke Direksi dikantor pusat Medan dan kami tidak mampu berbuat apa apa karena keputusan ada sama Direksi di Medan," jelas Mistak.

Selanjutnya, Mistak selaku Adm PT Timbang Langsa kembali  menyampaikan sebaik nya koordinasi kembali  kepada pak Amir selaku kepala keamanan mungkin ada solusi dan bisa membantu karena persoalan tersebut yang memeriksa adalah pak Amir."tegas Mistak.

Ditempat terpisah dan hari yang sama,upaya dilakukan kordinasi dsngan pak Amir dilakukan sesuai arahan pak Mistak namum menemui jalan buntu, justru pak Amir kemabali menyerah kan persoalam tersebut keputusan dan wewenang ada ditangan Adm yaitu pak Mistak,"ungkap Amir.

Informasi terakhir Suhar pada tanggal 7/11/19 telah menandatangani surat pengunduran diri yang dibuat oleh pihak perusahaan, dan Suhar mendapat uang pesangon dari perusahaan sebesar Rp 8,5 juta selama 15 tahun menjadi karyawan perusahaan PT Timbang Langsa.

Yang menjadi tanda tanya oleh berbagai pihak terkait dengan keputusan sepihak yang dilakukan oleh pihak manajemen PT Timbang Langsa, apakah sudah sesuai dengan SOP perusahaan dan apakah tidak melanggar aturan ketenagaan kerjaan sesuai yang ditetapkan."ujar Miswadi warga kota Langsa (*)
Share:
Komentar

Berita Terkini