Ketua DPC MPI Natal Keberatan Atas Tuduhan Pengacara PT TBS

Editor: Redaksi author photo
Natal, Hariannusantara.Id - Sehubungan dengan kejadian penolakan oleh sekuriti atas kedatangan Komisi I DPRD Kabupaten Mandailing Natal ke PT. Tri Bahtera Srikandi (TBS/Sago Nauli Grup) Sabtu (09/11) yang terdiri dari Asmaruddin Nasution, Ishar Helmi dan H.Amdani serta didampingi pejabat sekretariat Komisi I Adi membuat gerah pihak Kuasa Hukum PT. TBS yang juga merupakan Kuasa Hukum Pemkab Mandailing Natal.

Disalah satu media online Ridwan Rangkuti, SH menyebutkan bahwa pihak DPRD Komisi I Mandailing Natal tersebut telah melanggar PP No.12 Tahun 2018 Tentang Tatib DPRD. Ridwan Rangkuti mengatakan bahwa yang meminta masuk bukan anggota Komisi I DPRD Mandailing Natal, melainkan Hendri Syahputra dari Ikaperta sedangkan anggota Komisi I hanya di mobil, setelah ribut-ribut barulah anggota Komisi I turun dari mobil dan tidak dapat menunjukkan SPT karena tertinggal di Panyabungan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Natal Hendri Syahputra merasa bahwa statemen dari Kuasa Hukum PT.TBS tersebut sengaja diplintir . "Tidak benar saya yang meminta masuk, jika tidak tahu fakta dilapangan sebaiknya pak Rangkuti hati-hati dalam berbicara". Ujar Hendri.

Hendri menerangkan bahwa dirinya mendapat informasi bahwa Komisi I DPRD Kabupaten Mandailing Natal akan melakukan Sidak ke PT.Tri Bahtera Srikandi (Sago Nauli Grup) yang saat ini sedang bergulir atas kasus dugaan pemusnahan Mangrove sepadan pantai dan sejumlah dugaan pelanggaran lainnya. "Mendapat kabar tersebut, kami dari MPI dan Ikaperta berniat ikut mendampingi untuk melihat Sidak yang dilakukan pihak Komisi I DPRD Mandailing Natal dibawah komando pak Asmaruddin Nasution, namun sayang kami tidak diperbolehkan masuk, dan yang masuk ke areal PT.TBS hanya Komisi I DPRD Mandailing Natal,sedangkan kami menanti di luar pagar gerbang yang dijaga sekuriti" terang Hendri.

Namun baru beberapa langkah dari gerbang, Asmaruddin Nasution Cs terlibat adu mulut mengeluarkan perkataan "Ta*k" dengan pihak sekuriti kebun dengan berakhir penolakan mereka untuk melanjutkan Sidak ke lokasi sepadan pesisir pantai.

penulis : Iskandar
Share:
Komentar

Berita Terkini