Menghadiri kemah Seniman 6 se-Aceh, Wali Nanggroe Aceh dihadiahkan Tengkulok oleh Dewan Kesenian Kabupaten Aceh Tamiang

Editor: Redaksi author photo
BANDA ACEH (22/11). Menyambangi kegiatan Kemah Seniman 6 se-Aceh, Tengku Malik Mahmud Al-Haythar, Wali Nanggoe Aceh, dihadiahkan Tengkulok oleh Dewan Kesenian Aceh Tamiang. Tengkulok, yaitu ikat kepala khas suku Tamiang tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Aceh Tamiang, Nuriza Auliatami,S.S.M.Si.

“kita menghadiahkan Tengkulok kepada Wali Nanggroe Aceh sebagai lambang kehormatan serta pelestarian adat istiadat kita. Tradisi ini memang telah lama hilang dan kita saat ini berupaya mengembalikannya lagi perlahan-lahan” ujar Anak Muda yang kerap disapa “Aulia” ini.
Aulia menyatakan; “Kita perlu mensosialisasikan kembali tentang keunikan dan kekhasan khazanah budaya Tamiang sehingga semakin dikenal di kalangan masyarakat diluar Aceh Tamiang, hingga masyarakat Internasional. Bagi saya hal ini bukan hanya akan mengangkat harkat dan martabat serta marwah kebudayaan daerah, pun akan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif, apalagi Indonesia sedang menggalakkan sector kebudayaan dan pariwisata dalam pembangunan negara, kita di Aceh Tamiang yang notabene adalah citra replika Bhinneka di provinsi Aceh ini perlu menyikapi peluang besar ini”.

Melalui wawancara yang dilaksanakan oleh media kami, Aulia juga menambahkan; “kita telah masuk ke era revolusi Industri 4.0, bahkan menuju revolusi industry 5.0. penguatan kebudayaan sangat diperlukan di era ini agar kita tidak mabuk akan modernisasi lalu meninggalkan akar kebudayaan kita sendiri” tuturnya.
“kemudian…” lanjut Aulia, “Alhamdulillah atas izin dan rahmat serta keridhaan Allah untuk niat baik kita mengenalkan kembali kebudayaan Aceh Tamiang, Wali Nanggroe Aceh sangat senang dihadiahkan tengkulok sehingga sejak penyerahan hingga beliau pulang ke istana wali nanggroe, beliau terus mengenakan tengkulok. Beliau juga mengutarakan bahwa beliau sangat senang terhadap kebudayaan Aceh Tamiang dengan menyebutkan beberapa kebudayaan asli daerah Aceh Tamiang seperti tarian ula-ula lembing, zapin, dendang sayang, pelintau, hingga tradisi-tradisi kerajaan negeri Tamiang”.
Dalam agenda kemah seniman Aceh yang dihadiri oleh perwakilan seniman yang berasal dari 23 kabupaten/kota tersebut, Dewan Kesenian Kabupaten Aceh Tamiang menghadirkan Perupa muda Aceh Tamiang, Adam A.R. serta penampilan Silat Pelintau yang dimainkan oleh Sanggar Pelintau Hilir.
Adam A.R, yang merupakan perupa muda Aceh Tamiang, juga mendapat apresiasi atas hasil karya lukisnya yang dipandang unik dan nyentrik, serta menyimpan makna yang dalam. Ketua DKA Provinsi Aceh, Nurmaida Atmaja mengapresiasi secara khusus atas hasil lukisan Adam yang dipandang telah menyuguhkan dimensi dan ruang yang jarang sekali disentuh oleh perupa Aceh pada umumnya, sehingga memberi warna baru untuk seni rupa di provinsi Aceh. (red).

Share:
Komentar

Berita Terkini