Embung Lhok Gajah Proyek Masa Depan

Editor: Redaksi author photo
Koordinator LSM Yayasan Persada Indonesia Satu T.Sunardi M.Jafar  dilokasi Pekerjaan Embung Lhok Gajah Aceh Utara (dok:31/12/2019)

Aceh Utara - Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun anggaran 2019 Rp. 9.221.811.104,00 membiayai  Proyek Pembangunan Embung Lhok Gajah Kabupaten Aceh Utara pelaksana PT. Barakah Fajar Pada Dinas Pengairan Aceh rampung dikerjakan,  tahun anggaran sebelumnya Pemerintah Aceh telah mengelontorkan dana puluhan miliar rupiah,   untuk tahun anggaran selanjutnya Pemerintah perlu menganggarkan biaya yang lebih besar lagi, untuk menyelesaikan mega proyek ini, dengan harapan dapat menciptakan mamfaat ganda, dengan irah-irah untuk kesejahteraan masyarakat.

"Kerjasama kami  dengan Inspektorat Aceh bidang pengawasan Pengelolaan dana APBA  berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur, khusus pada Dinas Pengairan Aceh, nyaris semua proyek  tahun anggaran 2019 fisik pembangunan terdapat kejanggalan-kejanggalan dan berpotensi merugikan negara secara melawan hukum,  kita akan membuat laporan investigasi khusus kepada Aparat Penegak Hukum dan Pemerintah Aceh,  tahun 2019 ini  untuk Pembangunan Embung Lhok Gajah Kabupaten Aceh Utara dibawah Dinas Pengairan Aceh rampung tepat waktu, diharapkan dengan kualitas sesuai aturan" Keterangan Koordinator LSM Yayasan Persada Indonesia Satu T. Sunardi M.Jafar kepada Wartawan (31/12/2019).
Dalam kesempatan ini T.Sunardi M.Jafar menyampaikan kepada wartawan  Bahwa Pekerjaan Pembangunan Embung Lhok Gajah Kabupaten Aceh Utara adalah Proyek masa depan yang mamfaatnya sangat dinanti-nanti oleh Petani untuk mengaliri sawah dari tampungan air embung yang sedang dikerjakan dan akan menelan anggaran yang lebih besar lagi tahun anggaran selanjutnya.

Pantauan wartawan dilokasi pekerjaan Embung Lhok Gajah Aceh Utara, pekerjaan telah siap dikerjakan, diharapkan  tepat mutu, tepat waktu dan tepat administrasi.

Sampai berita ini diturunkan wartawan belum mendapat tanggapan dari Kepada Dinas Pengairan Aceh Ir. Mawardi,  karena sulit dihubungi, telepon genggamnya menolak panggilan.| TIM
Share:
Komentar

Berita Terkini