Bupati Buru Selatan Selengarakan Seminar Progres Pembangunan Daerah

Editor: Redaksi author photo
DR.Tagop Sudarsono Soulisa,SH MT, Bupati kabupaten Buru Selatan Maluku (DOK:4/1)

Maluku Buru Selatan - Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa menandaskan, Kabupaten Buru Selatan adalah rumah kita kita, dimana kita hidup, bekerja, bersekolah hinggah merajut masa depan yang penuh harapan dan sejahtera. Tagop berharap dan berdoa, agar kabupaten ini tetap menjadi kota yang baik dan nyaman bagi anak cucu kita.

Demikian di tandaskan oleh Tagop dalam sambutannya pada seminar tentang progres pembangunan daerah kabupaten Buru Selatan dengan tema, "menjawab situasi eksisting dan perspektif ke depan".
"Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh hadirin, dalam rangka mengikuti acara seminar progres pembangunan daerah kabupaten Buru Selatan dengan tema "Menjawab situasi eksisting dan perspektif ke depan".

Oleh karena itu, tidakkah berlebihan kiranya kami sampaikan bahwa, acara seminar ini menjadi salah satu starting point' bagi pemerintah daerah dalam membuat sejarah dan warnah baru, yang tidak hanya tercatat dalam lembaran darah sebagai agenda rutin Pemerintah  Daerah yang sangat monumetal.

Demikian juga acara seminar ini akan menjadi sangat istimewa ketika para jajaran eksekutif berserta masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada mampu melajukan refleksi, betapa setiap waktu berganti penuh dengan perjuangan dan semangat pengabdian demi mewujudkan cita-cita bersama menjadikan Kehidupan masa depan masyarakat Buru Selatan yang lebih baik.

Perjalanan lahirnya kabupaten Buru Selatan secara filosofis dengan berbagai dinamika di tengah perbedaan masyarakat Indonesia, Maluku, Buru dan khususnya Buru Selatan selalu dikenang dan terpatri dalam sanubari anak-anak Fuka Biapolo.

'Tahapan demi tahapan perjuangan pembentukan kabupaten buru Selatan dimulai sejak tahun 2003,' ujar Tagop.
Lanjut Tagop, jeritan hati anak-anak  Fuka Biapolo berlanjut di tahun 2004, melalui beberapa penggagas yang kemudian membentuk lembaga pengembangan Buru Selatan (LPBS), dan ditetapkan oleh masyarakat Buru Selatan pada 4 Agustus 2004 dengan kepengurusan terdiri dari stering commite.

Jelasnya lagi, pada bulan September 2004 hingga April 2005 seluruh stakeholder pemerintah desa, kepala desa/dusun, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan empat raja rehenschaft pada lima kecamatan di kabupaten buru Selatan menyampaikan rekomendasi resmi kepada LPBS untuk disiapkan dan diperjuangkan ke pemerintah provinsi Maluku maupun pusat.
"Yang intinya, buru selatan harus menjadi daerah otonom baru di provinsi Maluku," tutur Tagop.

Selanjutnya, pada bulan Mei 2005 sampai dengan pertengahan tahun 2006 setelah mendapat respon baik dari pemerintah kabupaten buru (Kabupaten induk).
"Maka terbitlah persetujuan rekomendasi Bupati Buru nomor 31 tahun 2006 tentang pembentukan kabupaten Buru Selatan dan keputusan DPRD Buru nomor 04 tahun 2006 tentang persetujuan pembentukan kabupaten Buru Selatan sebagai daerah otonom baru," jelas Tagop.

Lanjut Tagop, seiring dengan bergantinya waktu, hari, bulan dan tahun, sampai saat ini, Kabupaten Buru Selatan tepat berusia 11 tahun. Kata Tagop, suatu perjalanan yang dipenuhi  banyak pengalaman berharga, baik suka maupun duka, keberhasilan dan tantangan, yang tentu harus membuat kita semakin dewasa, arif dan bijaksana," jelas Tagop.

Masih Tagop katakan bahwa perjalanan Kabupaten Buru Selatan adalah perjalanan bersma pemerintah dan segenap masyarakat Buru Selatan.

"Kabupaten ini adalah rumah kita kita, dimana kita hidup, bekerja, bersekolah hinggah merajut masa depan yang penuh harapan dan sejahtera. Kita juga berharap dan berdoa, agar kabupaten ini tetap menjadi kota yang baik dan nyaman bagi anak cucu kita," tutur Tagop.

Tagop dalam sambutannya ini mengajak para generasi penerus, jadikan sejarah sebagai sebuah untaian peristiwa penuh makna dan hikmah, lalu dari sejarah kehidupan  pemerintah dan pembangunan di Buru Selatan selama ini, kita bisa memetik pembelajaran bahwa setiap generasi kepemimpinan memiliki warna dan dinamika tersendiri sesuai era dan zamannya.

"Kepada pendahulu dan pendiri kabupaten Buru Selatan, dengan hormat kami menyampaikan terima kasih atas jasa dan pengabdian terbaik kepada daerah kabupaten Buru Selatan yang sama-sama kita cintai dan banggakan,' ucap Tagop.
Tagop mengajak semua orang memaknai perjalanan sejarah dengan membuka kembali lembaran awal ketika sebuah pemerintah dan pembangunan dilaksanakan.

Kata Tagop, pemerintah dan pembangunan telah dipahami ibarat dua sisi dari satu mata uang sama. Artinya jelas Tagop bahwa, satu tujuan utama dari sebuah pemerintahan adalah menyelanggarakan pembangunan, begitu juga pembangunan tidak pernah bisa dilaksanakan tanpa adanya sebuah pemerintahan yang kuat.(KBM.HN#NN)
Share:
Komentar

Berita Terkini