Ekonomi Tanjungpinang Lesu, Sekitar 4.000 Unit Ruko Tutup

Editor: Redaksi author photo
Boby Jayanto Anggota DPRD Prov.Kepri

Tanjungpinang - Perekonomian kota Tanjungpinang belakangan ini semakin lesu. Sekitar 4.000 unit Ruko (rumah toko)  tak beroperasi bisnis alias tutup. Hal ini kita menanti kebijakan walikota Tanjungpinang bersama pemerintah terkait  untuk menggeliatkan kembalu perekonomian masyarakat. Hal tersebut dikatakan Boby Jayanto anggota DPRD Prov. Kepri pd wartawan  media Nasional Harian Nusantara.id.

Menurut Boby akibat lesunya perekonmian di Tanjungpinang mengakibatkan lapangan kerja semakin terpuruk & PHK tenaga kerja tak terbendung, sementara kebutuhan pokok keluarga/ masyarakat terus meningkat mengingat kenaikan harga sembako seiring menghadi perkembangan global.

Lebih jauh dikatakan Boby dulu pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Nasional. Tapi sekarang di bawah rata Nasional jelas ketua kadin kota Tanjungpinang itu yg sekaligus anggota DPRD Prov. Kepri kader dari Patai Nasdem itu.

Bila pemerintah kota Tanjungpinang di bawah kepemimpinan H.Syahrul S.Pd. lamban menyikapinya dan memberikan stimulus untuk mengairahkan kembali maka kelesuan ekonomi berlanjut alias terpuruk.
Saat di konfirmasikan Walikota Tanjungpinang H.syahrul tidak berada di tempat.

Pengamatan wartawan belakangan ini mengakhiri perpisahan thn, muncul kebijakan yg tak bijak. Membuat surat edaran utk tidak merayakan perpisahan tahun 2019 ke thn baru 2020. yg dimeriahkan dgn kembang api dan terompet.

Syahrul berdalih Dengan alasan menghindari kebakaran dan keributan pd pergantian tahun. Serta syahrul mengarahkan  untuk ibadah di rumah ibadah masing-masing.

Atas kebijakan tersebut sejumlah pelaku usaha kecil yg musiman menjual kembang api dan terompet kecewa. Kabijakan yg tak bijak tersebut sangat disayangkan.

Mengingat kelesuan ekonomi masyarakat yg semakin sulit.  Sebaiknya  mefasilitas para pelaku usaha kecil malah sebaliknya.

Rakyat kota Tanjungpinang berharap kondisi ekonomi segera terpulihkan. Beban di pundak keluarga menumpuk spt: harga pangan meroket, sementaralapangan kerja sempit, di tambah lg uang sekolah anak yg tak terbendung dll. Semoga kelesuan ekonomi dapat teratasi oleh para pemangku jabatan terhormat di pemerintah daerah. Kota Tanjungpinang. | Yona
Share:
Komentar

Berita Terkini