Kunjungi Perbatasan Indonesia - Malaysia, ini Misi Datuk Seri Saifuddin Nasution.

Editor: Redaksi author photo
Menteri Perdagangan Malaysia, Datuk Saifuddin Nasution Ismail (Kacamata) diapit Kepala Dinas Perdagangan Kab. Nunukan H. Dian Kusumanto dan Kepala Perwakilan Konsulat Republik Indonesia Tawau, Sulistijo dalam kunjungannya di Pulau Sebatik. Jumat 17/01 (Dok. Sahar)

HARIANNUSANTARA.ID | Nunukan - Ingin mengetahui dan memantau langsung, serta permasalahan pendistribusian barang - barang perdagangan dan subsidi Malaysia diperbatasan antara Malaysia dan Indonesia, Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Hal Ehwal Pengguna Malaysia, Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail bersama rombongan melakukan kunjungan ke wilayah Aji Kuning, Pulau Sebatik. (Jum'at, 17/1)

Rombongan Datuk Saifuddin Nasution, tiba di pangkalan penyeberangan Aji Kuning - Tawau sekitar pukul 09.30 pagi dengan mempergunakan Speed Boat dan langsung disambut oleh Kepala Dinas Perdagangan Kab. Nunukan H. Dian Kusumanto, mewakili Bupati Nunukan dalam menerima Menteri Perdagangan negara jiran tersebut.

Dalam kunjungannya di perbatasan Indonesia dengan Malaysia tersebut, Menteri Perdagangan dalam Kabinet Perdana Menteri Mahathir ini megunjungi  Rumah unik yang tebagi 2, ruang tamunya berada di Indonesia sedangkan dapurnya berada di Malaysia.

" Unik sekali, ini bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi icon perbatasan bagi kedua Negara serumpun, bisa dikembangkan lebih lanjut dimasa hadapan  " ungkap Datuk Saifuddin setelah mendengarkan penjelasan oleh Camat Sebatik Tengah, Aris, S.Stp.
Disinggung masalah perdagangan di perbatasan kedua negara yang tentunya adanya kegiatan ilegal terhadap barang subsidi masing - masing negara, Datuk Saifuddin menambahkan bahwa dirinya yang baru mengadakan kunjungan resmi pertamanya di Indonesia, khususnya di Pulau Sebatik tentunya akan mempelajari apa - apa yang menjadi persoalan dan dinamika masyarakat diperbatasan kedua negara yang sudah memiliki hubungan sejarah yang cukup lama, terutama yang berkaitan dengan kementerian yang dipimpinya yang berkaitan dengan barang kebutuhan sehari - hari.

" Soal rangkaian pengedaran barang - barang tersebut sehingga sampai kepada masyarakat sangat penting untuk dipahami, sehingga kebijakan yang akan diambil nantinya mengedepankan faktor geografi, sejarah di masing - masing negara yang berbatasan, tentunya masing - masing negara yang berdaulat tentu berusaha untuk mengamankan setiap sen yang dikeluarkan tepat sasaran dan dinikmati masyarakatnya, namun kita berupaya bagaimana agar masyarakat kedua negara yang bertetangga ini bisa menikmati " ujar Datuk Saifuddin.
" Kita akan kaji dan buat formula, seperti korporasi yang bergerak dalam usaha yang sama masing - masing di negaranya bisa berkerjasama menyediakan keperluan masyarakat, seperti hubungan B to B atau bisness to bisness dan ditingkatkan di tingkat Pemerintah kedua negara " tambah Datuk Saifuddin.

Senada dengan Datuk Saifuddin, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, H. Dian Kusumanto menambahkan bahwa pihaknya menyambut baik dengan kehadiran Menteri Perdagangan Malaysia, Datuk Saifuddin Nasution di Kabupaten Nunukan.

" Kunjungan ini sangat penting, semoga bisa memberikan win - win solusion bagi kedua negara, B to B sedang dilakukan pembicaraan antara Pertamina dengan Petronas, mudah - mudahan ditindaklanjuti ke tingkat G to G atau antar Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia, bagi menjadikan perdagangan di perbatasan kedua negara menjadi resmi, tentu komunikasi antar Kementerian Perdagangan Indonesia dan Malaysia harus intens sehingga formula G to G nya juga harus pas " ungkap H. Dian.

Setelah melakukan kunjungan singkat di Pulau Sebatik, Menteri Perdagangan Malaysia yang juga di temani oleh Kepala Perwakilan Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Sulistijo Djati Ismojo, meninggalkan Pulau Sebatik melalui pangkalan penyeberangan Aji Kuning menuju Bandar Tawau untuk melanjutkan kunjungannya di Negeri Sabah, Malaysia. (Sahar.Nnk)

Share:
Komentar

Berita Terkini