Makatita : Bantah Tidak Pernah terbitkan Ijin Tambak Ikan Airtawar di Sungai Waeapo

Editor: Redaksi author photo
Imran Makatita kepala Dinas perikanan danKelautan kabupaten Buru 
                                                                                  Maluku Namlea - Kendati Tambag Ikan Air Tawar  seluas kurang lebih 5 hektar Milik Haji Jubaer sampe saat ini masih terus berjalan dan diperkirakan sudah hampir  8 tahun di kelola oleh pemiliknya.                 

Saat Media ini menghubungi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buru Imran Makatita lewat via telepon selulernya   hari selasa  malam  28 /01/2020 pukul 20.47, wit  untuk mengkonfirmasi  terkait tambak Ikan Air Tawar di sungai Waeapo  milik haji Jubaer

Makatita mengatakan pernah dengar informasi tentang keberadaan tambak atau pembudidayaan ikan Air Tawar di Sungai Waeapo, yang luasnya  kurang lebih  5  hektar  katanya milik haji Jubaer, 

Ditanya  soal ijin Perikanan dan Ijin Amdal, Kadis Perilanan Kabupaten Buru Imran Makatita  membantah  bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan Ijin maupun rekomendasi  pembudidayaan Ikan Air Tawar di Sungai Waeapo atas nama haji Jubaer.

Beigitupun Ijin Amdal itu bukan kewenangan Dinas Perikanan tetetapi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buru, karena ada ketentuan mengenai retribusi pajak di dinas lingkungan hidup, pinta Makatita.

Cukup jelas Undang undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan ( “UU 31 2004 “) sebagaimana di ubah oleh undang undang No (“45 tahun 2019 “) tentang perubahan atas undang undang No 31 tahun 2004 tentang perikanan UU 45 2009 tentang peraturan menteri kelautanan dan perikanan No 3 / permen KP /2015 tahun 2015 tentang pendelegasian wewenang pemberian izin usaha di bidang pembudidayaan ikan dalam rangka pelaksanaan pelayanan terpadu satu pintu kepada kepala badan koordinasi penanaman modal ( permen kelautanan dan perikanan (“ 3/2015”).

pemerintah mengatur dan mengembangkan penggunaan sarana dan prasarana pembudidayaan ikan dalam rangka pengembangan pembudidayaan ikan yang di maksud dengan sarana pembudidayaan ikan adalah antara lain paka ikan, obat ikan pupuk dan karamba sedangkan yang di maksud dengan prasarana pembudidayaan ikan adalah antara lain kolam tambag dan saluran tambag dan seluruh tambak

Selain itu dapat mengatur  dan mengembangkan sarana dan prasarana pembudidayaan ikan berkoordinasi dengan instansi terkait sehingga setiap orang yang memiliki usaha di bidang penangkapan pembudidayaan pengangkutan dan pengelola dan pemasaran ikan di wilayah pengelolaan perikanan revublik Indonesia wajib memiliki surat izin usaha perikanan (“ Siup”)

Setiap orang dengan sengaja di wilayah pengelolaan perikanan revublik Indonesia melakukan usaha perikanan di bidang penangkapan, pembudidayaan, pengangkutan, pengolahan, dan pemasaran ikan, yang tidak memiliki SIUP, dapat di pidana dengan pidana penjara paling lama 8 tahun dan denda paling banyak 1,5 miliar (16).

Haji Jubaer selaku pemilik dan pengelola Tambag atau Budidaya Ikan Air Tawar  di sungai Waeapo ketika dihubungi media ini lewat via telepon selulernya maupun sms meminta keterangan terkait legalitas tambag Ikan sungai air tawar yang dikelolanya namun pihak pemiliknya menjawab dengan tergesa gesa bahwa semuanya sudah ada ijin. Ungkap Jubaer

Selanjut Kadis Perikanan Kabupaten Buru Imran Makatita mengatakan pihaknya akan rencana turun ke lokasi tambak atau Pembudidayaan Ikan Air Tawar di Sungai Waeapo  kecamatan Warapo bersama dengan tim untuk meninjau langsung dilapngan . Tandas Makatita. ( Kbm#nn ).
Share:
Komentar

Berita Terkini