Tokoh Lintas Agama Kompak Hadiri HAB Ke - 74

Editor: Redaksi author photo
Bupati  Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid membacakan sambutan Menteri Agama dalam upacara HAB Ke - 74

Nunukan – Pesan kepada masyarakat agar selalu menjaga kerukunan antar umat beragama begitu kuat disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama Ke – 74 di Halaman Kantor Bupati Nunukan, Jumat (3/1).

Selain disampaikan oleh Menteri Agama RI Fachrul Razi dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, pesan agar semua pihak selalu menjaga persatuan dan kerukunan antar umat beragama tergambar jelas dari kehadiran hampir semua pemuka agama dalam upacara itu.

Tokoh – tokoh agama baik islam, kristen, budha, katholik, hindu, dan kong hucu terlihat kompak menghadiri upacara tersebut, mereka duduk di barisan kursi undangan di sebelah kiri panggung kehormatan. Sebelum upacara dimulai para tokoh agama itu juga terlihat asyik berbincang – bincang satu dengan yang lain. Tidak ada jarak, tidak ada kecurigaan, tidak ada kebencian antara satu dengan yang lain.

Sementara itu, Bupati Laura yang membacakan sambutan Menteri Agama juga menegaskan bahwa pasal 29 UUD RI menyatakan Negara berdasar atas Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.  Ketentuan itu bermakna, bahwa penyelenggaraan pemerintah dan negara harus berlandaskan pada dasar Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.

Disamping itu, negara juga harus melindungi hak dan kewajiban beragama dalam masyarakat, serta kemerdekaan beribadat bagi para pemeluknya.

Menurut Laura, penguatan identitas keagamaan dan identitas kebangsaan tidak boleh dipisahkan, apalagi sampai dipertentangkan. Penguatan identitas agama tanpa spirit bernegara hanya akan menimbulkan radikalisme, sementara spirit bernegara tanpa nilai - nilai agama akan membuka peluang terjadinya sekularisme dan liberalisme.

“Kesalehan beragama dan loyalitas dalam bernegara harus saling mendukung satu dengan yang lain. Kita harus menjadi umat yang saleh, sekaligus warga negara yang baik,”ujarnya.
Jajaran Kementerian Agama RI, katanya, harus mampu menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antar beragama di tanah air. “Kementerian Agama harus hadir dalam rangka melindungi kepentingan semua agama dan semua pemeluknya,” ujarnya.

Sementara itu, selain dihadiri oleh para tokoh agama, upacara tersebut juga diikuti oleh para kepala OPD, TNI/Polri, dan para pelajar dari sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Nunukan. (Zul/ari-HUMAS)
Share:
Komentar

Berita Terkini