Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Alur Drien Kota Langsa, Dilaporkan ke Kejati Aceh.

Editor: Redaksi author photo
Ketua Korwil Aceh LSM Yayasan Persada Indonesia Satu Wiwien Salehudin menyerahkan Dokumen Laporan Dugaan Tipikor Ke Kejati Aceh  terhadap Pembangunan Jembatan Alur Drien Kota Langsa Sumber Dana APBA 2019 , diduga merugikan Keuangan negara sekira 4 miliar rupiah (dok. 3/2/2020)

Banda Aceh - Aktivis Keterbukaan Informasi Publik Yayasan Persada Indonesia Satu Wiwien Salehudin (senin, 3/2/2020) menyerahkan dokumen laporan dugaan tindak pidana korupsi terhadap pekerjaan Pembangunan Jembatan Alur Drien Jalan Lingkar Kota Langsa Sumber dana Anggaran Pendapatan dan  Belanja Aceh (APBA) tahun anggaran 2019,  Semua Dokumen sebagai bukti permulaan tindak pidana KKN diterima dengan baik oleh Pihak Kejaksaan Tinggi Aceh.

"Kami sudah melakukan konfirmasi kepada Dinas PU PR Aceh,  terhadap hasil temuan lapangan yang sangat janggal terhadap progres fisik Pembangunan Jembatan Alur Drien Kota Langsa, berdasarkan data valid yang ada pada kami bahwa tanggal 30 desember 2019 semua dana sudah dicairkan yaitu sebesar Rp. 8.589.829.157,00  berbanding balik fakta dilapangan   bahwa sampai dengan tanggal 19 januari 2020 estimasi progres fisik pekerjaan baru  mencapai 50%,   tetapi pihak Dinas tersebut tidak menggunakan haknya untuk menjawab konfirmasi kami"  ungkap Wiwien Salehudin kepada wartawan  (3/2/2020).
Foto jembatan Alur Drien Jalan Lingkar Kota Langsa   19 januari 2020   diperkirakan progres fisik baru mencapai 50%   tapi  diduga  pencairan dana secara fiktif sudah dilakukan 100 %  pada tanggal 30 desember 2019  Rp. 8.589.829.157,00

Wiwien Salehudin  menambahkan bahwa  timnya  beberapa waktu lalu telah mempertanyakan langsung kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh Ir. Fazri,   terhadap berbagai dugaan pencairan dana proyek fiktif dibawah Dinas yang ia pimpin,  secara gamblang Fazri menjawab,  silakan lihat dilapangan, itulah fakta yang sebenarnya.

Laporan Pengaduan ke Kejaksaan Tinggi Aceh terhadap dugaan Korupsi , Kolusi dan Nipotisme terhadap Pembangunan Jembatan Alur Drien Kota Langsa yang diduga merugikan keuangan negara sekira 4 miliar rupiah  ditandatangani oleh Ketua Korwil Aceh Wiwien Salehudin dan Koordinator Investigasi T. Sunardi M. Jafar   Pengurus  LSM Yayasan Persada Indonesia Satu  dengan  surat nomor 38/I/2020 tanggal 30 januari 2020.

Sampai berita ini diturunkan, Wartawan belum mendapat tanggapan resmi  dari Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh. | TIM
Share:
Komentar

Berita Terkini