Formab Gelar Unjuk Rasa, Meminta Israel Tidak Mengganggu Warga Palestina

Editor: Redaksi author photo
ACEH - Forum Masyarakat Aceh Peduli Palestina, (Formap), menolak proposal Presiden Amerika, Donald Trump, yang sangat merugikan Palestina, hal itu diungkapkan Afdal Rahman, Koordinator Aksi Unjuk Rasa yang digelar di Bundaran Simpang Keuniree, Kecamatan Pidie, Kamis (06/02/2020), sekira pukul 17.00 WIB.

Dalam unjuk rasa yang dikawal oleh sejumlah aparat kepolisian dari Polres Pidie, berjalan tertib. Mereka silih berganti berorasi dihadapan masyarakat yang melintas. Bahkan aksi mereka mendapat perhatian masyarakat yang melintas di kawasan itu.

Afdal dalam orasinya menyatakan, selama ini Palestina telah menjadi korban kekejaman zionis Israel, yang telah merampas hak-hak dasar kemanusiaan dan kemerdekaan rakyat Palestina.

Indonesia sebagai Bangsa yang menjunjung tinggi perdamaian, Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduknya umat islam. Menyuarakan kepedulian dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Ada pun beberapa butir penolakan itu diantaranya, rencana Trump memuat gambaran atau peta tentang bagaimana perbatasan baru Israel di masa depan. Israel akan tetap memiliki 20 persen dari wilayah tepi Barat dan akan kehilangan sejumlah kecil tanah Negev dekat perbatasan Gaza-Mesir.

Memudian Palestina akan memiliki jalur menuju negara di sebagian besar wilayah tepi Barat, sementada Israel akan mempertahankan kendali atas semua perbatasan. Kemudian dalam orasi itu juga disebutkan, Palestina akan memiliki ibu kota di Yerusalem Timur.

Yaitu dilingkungan utara dan timur yang berada diluar batas keamanan Israel. Daerah itu antara lain, Kafr Akab, Abu Dis dan setengah dari Shaufat. Sebaiknya Trump, mengatakan Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota Israel.

Para pengunjuk rasa meminta Israel tidak mengganggu warga Palestina. Sehingga tidak membuat umat islam marah. Unjuk rasa itu berakhir sekitar pukul 17.45 WIB. (TS)
Share:
Komentar

Berita Terkini