H. Masjidil Nahkodai KTNA Nunukan Periode 2020 - 2025

Editor: Redaksi author photo

HARIANNUSANTARA.ID|Nunukan– Kegiatan rembug paripurna KTNA ini dilaksanakan dalam rangka pemilihan pengurus KTNA, dimana H. Masjidil terpilih sebagai Ketua KTNA yang baru sehubungan dengan berakhirnya Kepengurusan KTNA yg lama. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Aula Gadis 1 Kab. Nunukan, Kamis (20/2/2020).

Turut pula hadir, Asisten Administerasi Umum Kab. Nunukan H. Asmar, SE, M.A.P Kepala Dinas Pertanian dan Ketanaman Pangan Kabupaten Nunukan, Masniadhi, Ketua KTNA Kab. Nunukan,  yang diwakili Baharuddin Aco, dan para peserta Rembug KTNA.

Acara diawali dengan sambutan Bupati Nunukan yang di wakili Asisten Administerasi Umum, dalam sambutannya Pemerintah Daerah menyambut baik dan menganggap bahwa kegiatan ini cukup strategis dalam rangka menjamin proses regenerasi kepengurusan dalam suatu organisasi, yang pada akhirnya akan mendukung pengembangan organisasi kedepan untuk lebih siap menghadapi tantagan dan hambatan sebagai konsekuensi dinamika globalisasi.

"Sebagaimna musyawarah sebuah organisasi, mengandung makna strategis dalam rangka merencanakan dan mempersiapkan organisasi ini untuk lebih memantapkan perannya agar semakin mampu mengaktualisasikan diri dalam setiap gerak yang bertujuan bukan hanya sebagai wadah berkumpulnya para petani dan nelayan, namun bagaimana mampu memberikan peran yang berarti bagi daerah yang kita cintai.

Seperti yang kita ketahui bersama pertanian di indonesia masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional, termasuk di Kabupaten Nunukan yang menetapkan pertanian sebagai salah satu sektor unggulan dalam menjadikan bagian dari pembangunan ekonomi karena cukup potensial dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Pembangunan pertanian merupakan suatu proses yang ditunjukan untuk mengembangkan serta menambah produksi pertanian yang berkualitas dan berdaya saing. untuk mencapai hal tersebut, disamping dukungan agroekosistem juga ditentukan fasilitas yang memadai serta kemampuan petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. " Ungkapnya.

" Dalam kesempatan ini juga Asmar dalam wawancaranya menyampaikan KTNA Ini sebenarnya sudah lama terbentuk di Nunukan dan ini lama mati suri 10 tahun, Sebenarnya pemerintah mendorong untuk terbentuk kepengurusan baru, pertimbangan-pertimbangan pertama jelas Tadi bahwa KTNA ini menjadi bagian dari tulang punggung Nasional dan termasuk tulang punggung kabupaten dan kedua ini searah dengan visi misi Bupati kita, jadi perkembangan agribisnis dan segala macamnya jadi kedepan kita semuanya banyak berharap apalagi sekarang ini kan pertanian di Kabupaten Nunukan ini Mulai sedang giat-giatnya mulai dari budidaya rumput laut jadi pertanian secara luas.

"Pemerintah terus mendorong untuk kegiatan kegiatan di khususnya yang di pertanian ini terus kita tingkatkan menjadi lebih giat lagi karena ini kegiatan - kegiatan pertanian ini sebenarnya harus memunculkan inovasi baru terus, jadi perkembangan teknologi hari ini Perkembangan ilmu yang harus saling informasinya harus cepat harus update jadi dengan adanya KTNA itu bagian transformasi untuk menyampaikan ke seluruh bahwa hari ini posisi pertanian ini bukan lagi seperti dulu, jadi contoh khusus bahwa ada banyaknya pertanian yang berinovasi dan butuh inovasi inovasi baru supaya bisa ikut dengan cepatnya laju perkembangan pembangunan di Indonesia maupun di Nunukan nelayan lebih jelasnya nanti di pertaniannya tapi yang jelas itu ada kursi tersendiri untuk pertanian secara luas sekian persen, tapi lebih pastinya ini secara luas termasuk Dinas Perikanan jadi memang itu ada anggaran khusus mereka.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dia menyampaikan, sangat mengapresiasi atas terselenggaranya pemilihan kembali ketua KTNA Kabupaten Nunukan ini, periode 2020-2025.

Dengan adanya kegiatan rembug kontak tani dan nelayan andalan KTNA ini di harapkan sekali manfaatnya terutama dalam mengembangkan kemandirian kelompok sehingga mampu melaksanakan fungsi perannya. juga agar mampu menggambil keputusan sendiri serta swadaya mampu memperbaiki kualitas hidup dan masyarakat lingkungannya khususnya pelaku pertanian.

Keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh dukugan nyata semua pihak pemagku kepentigan, baik pemerintah, masyarakat tani selaku pelaku utama maupun pihak lainya, dalam era pembangunan yang semakin komplit, petani atau nelayan dihadapkan pada tantagan yang semakin besar dalam keterkaitan usaha tani - nelayan dengan berbagai aspek lingkungan yang mempenggaruhi serta persaigan dalam pemanfaatan dan penggunaan sumberdaya.

Rembung kontak tani nelayan andalan ini merupakan suatu wadah/forum pertemuan kelompok tani dan nelayan untuk membahas masalah yang dihadapi petani atau nelayan dalam pengembangan usahanya sebagai bahan untuk menyusun kebijakan, rencana dan program kerja serta keputusan - keputusan kita.

Untuk itu kontak tani dan nelayan andalan (KTNA) perlu di fasilitasi dan di perdayakan agar tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kuat dan mandiri, sehingga dapat memberikan sumbangsi bagi kesejahteraan petani dan nelayan serta masyarakat di Kab. Nunukan. "Jelasnya. ( HUMAS )
Share:
Komentar

Berita Terkini