Musrenbang Kecamatan Sebatik : Abrasi Menjadi Skala Prioritas Yang Harus Ditangani

Editor: Redaksi author photo

Wakil Ketua DPRD Nunukan, Burhanuddin

HARIANNUSANTARA.ID | Nunukan – Gerilya anggota DPRD asal daerah pemilihan Sebatik untuk mengawal aspirasi masyarakat terus berlanjut, hal ini dibuktikan dengan hadirnya para legislator tersebut di acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Sebatik di Tanjung Karang, Kamis 13/02/2020.

Dalam sambutannya wakil ketua II DPRD Nunukan, Burhanuddin mewakili anggota DPRD yang hadir, diantaranya Hj. Nikmah dan Hamsing (Hanura), Andre Pratama (PBB), sementara dua Anggota DPRD yang lain yaitu Hj. Nadia (Demokrat) dan Hj. Nursan (Gerindra) menghadiri kegiatan pertemuan di Kantor Kecamatan Sebatik Utara, menyampaikan dihadapan peserta Musrenbang komitmen para legislator tersebut untuk berusaha mengawal usulan – usulan yang menjadi skala prioritas sehingga dapat masuk ke pembahasan di tingkat kabupaten dan bisa terakomodir kedalam RKPD.

“Kami di Legislatif terkadang serba salah apabila bertemu dengan masyarakat, kami sering diberi pertanyaan, mengapa pengusulan yang kita bahas di Musrenbang tingkat desa atau di reses anggota DPRD, koq tidak masuk ?” papar Burhanuddin dalam sambutannya.

“Untuk itulah, kami di DPRD komitmen bersama Pemerintah Daerah untuk berusaha mensinkronkan semua pengusulan sehingga bisa terakomodir, disamping tufoksi DPRD untuk melakukan pengawalan terhadap aspirasi masyarakat melalui mekanisme musrenbang,” jelas Burhanuddin

Dalam Musrenbang tersebut, sarana dan prasarana masih menjadi bahan usulan dari keempat desa di wilayah Kecamatan Sebatik, yaitu Desa Tanjung Karang, Padaidi, Sei. Manurung dan Balansiku.
Akses Jalan dan Jembatan , RKB, Jaringan Listrik dan Air Bersih masih menjadi pengusulan yang banyak di ajukan oleh masing – masing desa. Serta tidak ketinggalan masalah Abrasi yang menjadi persoalan di pesisir desa dalam wilayah Kecamatan Sebatik.

Anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama


Andre Pratama, anggota DPRD Nunukan yang juga Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Nunukan menyampaikan dalam pembahasan Musrenbang bahwa Abrasi ini memang menjadi persoalan yang perlu diprioritaskan untuk di segera ditindaklanjuti serta jalan poros tengah dari Desa Balansiku ke Desa Padaidi dan jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Kecamatan Sebatik.

“Kita lihat di Jalan Poros antara desa Padaidi dan Sei. Manurung, badan jalan yang selalu kita lewati sudah ada yang terkena abrasi dan tanah longsor dan ada yang kurang dari lima meter dari badan jalan itu tanahnya sudah terkikis, dapat diprediksi dimasa mendatang kalau tidak segera di tangani, kemungkinan badan jalannya sudah tidak ada” ujar Andre Pratama.

Terkait masalah abrasi tersebut, Badan Pengelola Bencana Daerah Kabupaten Nunukan menyampaikan untuk tahun ini telah tersedia anggaran sekitar Rp 51 Miliar terkait masalah abrasi di Pulau Sebatik tersebut yang dananya di Provinsi dan sedang memasuki tahap pelelangan dan diharapkan dapat mengcover masalah abrasi di Pulau Sebatik.

Musrembang yang di pimpin oleh Camat Sebatik Andi Salahuddin, diikuti oleh OPD dalam jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan, para Kepala Desa se – Kec. Sebatik, serta dari unsur TNI – Polri dan Tokoh Masyarakat, Wanita, Pemuda dan Agama. (Ari/HN)
Share:
Komentar

Berita Terkini