Nasib Buruh Bangunan PT BAI Terkatung-katung

Editor: Redaksi author photo
Bintan- Kepri : Puluhan karyawan bangunan PT. BAI yang berdiri di galang batang bintan timur kabupaten Bintan Provinsi Kepri masih terkatung-katung. Pasalnya buruh bangunan tersebut tidak di bayarkan upah dgn berbagai dalih.

Saat di konfirmasi kadisnaker kabupaten Bintan melalui Kasubid hubungan industrial Juliansyah mengatakan pihaknya tdk memiliki fungsi pengawasan hanya sebatas pembinaan dan menerima laporan tenaga kerja dari perusaan. Karena fungsi pengawasan dan penindakan ranah Disnaker provinsi ujarnya.

Menyinggung jumlah perusahaan yang terdaftar di Disnaker Bintan Juliansyah mengatakan ada 248 perusahaan. Semuanya itu ada yg bergerak di bidang produksi, Restauran dan perhotelan termasuk perusahaan perdagangan urainya.

Di tempat terpisah saat di konfirmasikan Kadisnakertrans provinsi Kepri jumat (7/2), enggan berkomentar, memakai jurus diam seribu bahasa. Hanya menunjuk kantor saja.

Ketika di konfirmasikan kabid pengawasan Disnaker prov kepri melalui kasinya Herman oktria putra di dampingi Albert Siregar mengatakan info itu sudah dengar pd media masa. Sebanyak 68 orang buruh bangunan tak di bayarkan upah. Tapi sampai saat ini kita menunggu laporan pengaduan dari pihak buruh. Karena belum bisa bertindak sebelum ada laporan.
Menyinggung pengertian UMK yg ditetapkan pemprov kepri banyak terabaikan.

Jadi apa pengertian UMK yg ditetapkan pemerintah?. Herman mengatakan UMK merupakan standarisasi upah minimum daerah Kabupaten kota. Upah boleh di atas UMK tapi minimumnya UMK yg telah di tetapkan pemerintah provinsi ujarnya. sejumlah perusahaan di daerah Kabupaten Binta  abaikan UMK. disinyalir lemahnya pebgawasan pemerintah provinsi yang tak mampu menjangkau di wilayah kerjanya.
Akibatnya banyak hak - hak normatif karyaan terabaikan. Sehingga nasib para pekerja di Kepri banyak yang memprihatinkan.

Diharapkan pemerintah efaluasi fungsi pebgawasan yg tak efektif menjakau selururuh perusahaan yg ada di kepri.
| YON
Share:
Komentar

Berita Terkini