Riky Ayal Pegawai Honorer Korban Penganiayan Pengeroyokan Sekelompok Pemuda Tak di Kenal

Editor: Redaksi author photo
Foto Ilustrasi

Maluku Namrole - Masyarakat Namrole Desa Labuang di hebohkan sekelompok Pemuda berlaga seperti Premanisme melakukan tindakan kekerasan yang tidak terpuji dengan melakukan Penganiayaan dan Pengeroyokan terhadap Riky Ayal umur 48 tahun terjadi peristiwa di TKP desa Labuang minggu 16/02/2020

Akibat tindakan brutal penganiayaan dan pengeroyokan Sekelompok Pemuda  akhirnya Korban Riky Ayal mendatangi Polsek Namrole dan melaporkan kejadian yang menimpah dirinya. 
Sesuai bukti laporan Polisi NO.LP: LB-B/02/II/2020/SPK tanggal 16 Februari 2020. Tentang tindak Pidana PENGEROYOKAN sesuai dengan Rumusan pasal 170 KUH Pidana yo Pasal 351 KUH Pidana

Identitas Pelapor selaku Korban
Riky Ayal,umur 48 Tahun , agama Kristen, Pekerjaan Honorer, alamat Desa Masnana Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan

 Informasi dari pihak Kepolisian  Polres Pulau Buru sampe saat ini belum ditemukan para pelaku alias Terlapor  dan kini Pihak Kepolisian masih terus  dalam melakukan penyelidikan. Salain itu saksi yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ini disaksikan oleh HERMAN MASUKU dan RISAT LESNUSSA Waktu Kejadian : Pada hari minggu tanggal 16 Februari 2020 Pukul 04.00 Wit

Riky Ayal selaku korban penganiayaan dan pengeroyokan di Tempat Kejadian Perkara (TKP)
Di Depan Warkop Daeng Desa Labuang Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan

Informasi yang di himpun dan di terima Media ini sesuai sumber dari SPKT Kronologis Kejadian
Kejadian berawal ketika korban bersama ke dua temanya yang mengaku bernama Herman Masuki dan Risat Lesnussa sedang duduk pada Warkop Daeng .

Pada waktu yg bersamaan ada sekelompok orang yang tidak di kenal hendak melakukan perkelahian tepat depan warkop tersebut sehingga membuat korban dan kedua temanya berdiri dari tempat duduk dan Korban melarang sekelompok org tersebut dengan mengatakan" Kamong stop bakalai - bakalai  jangan Beta ambil kayu lalu beta pilang satu - satu lah stop bakalai"

Setelah  Korban selesai berbicara kemudian datang salah satu (1) pemuda dan menanyakan kepada pelapor dengan mengatakan" Ose mau pukul sapa dengan kayu" dan pelapor menjawab pembicraan yang disampaikan oleh pemuda tersebut dengan mengatakan" Katong orang tatua larang supaya jangan kamong bakalai" ketika pelapor selesai berbicara .

Kemudian  ada seorang pemuda memukul pelapor dan di ikuti oleh beberapa pemuda yang lain.Dari kejadian tersebut Pelapor merasa dirugikan kemudian datang melaporkannya ke Mapolsek Namrole guna di proses secara hukum. (Team/Grace).
Share:
Komentar

Berita Terkini