Upaya UPT KPH NUNUKAN Dalam Penanganan Dan Pencegahan KARHUTLA

Editor: Redaksi author photo

Upaya pemadaman KARHUTLA  oleh UPT KPH Nunukan (Dok. Asrul)

HARIANNUSANTARA.ID. Nunukan – Sejak memasuki Tahun 2020, sampai akhir Januari ini telah terjadi tiga kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pulau Nunukan, satu titik di Tanjung Cantik dan dua titik di Mansapa, semua kejadian tersebut terjadi di lahan masyarakat.
Dalam hal pemadaman serta mencegah kejadian Karhutla di Kabupaten Nunukan itu menjadi salah satu tugas pokok yang harus di lakukan Polhut Nunukan.

“ Secara undang-undang dan aturan kita di arahkan kesitu, tupoksi kita yang melekat adalah itu. Dari pemadaman, lalu setelah pemadaman apinya mati, pasca kebakaran itu kita menginventarisasi apa yang terbakar, berapa luasan yang terbakar setelah itu dikelola lagi bahan bakarnya itu supaya tidak terulang lagi kebakarannya kita kumpul ketengah ” tutur Rahmat salah satu personil Polhut, saat di temui di Kantor UPT KPH Nunukan, Selasa (04/02/2020).

Ditambahkan pula bahwa permasalahan pemadaman kebakaran hutan ini bukan hanya Polhut sediri.
“Sesuai dengan perintah Bapak Presiden semua dilibatkan, TNI, Polri, BPBD dan lain-lain. Mungkin kedepannya Kita berharap betul-betul bersinergi”, tambah Rahmat.

Dengan jumlah personil Polhut yang berjumlah Dua Belas orang UPT KPH Nunukan menyediakan sarana dan prasarana berupa Dua unit mobil pemadam dengan kapasitas tangki air 500 liter, serta pompa punggung 10 unit dengan kapasitas 20 liter serta tambahan baju tahan panas sebanyak 15 set dilengkapi dengan helm dan senter.

Salah satu program UPT KPH Nunukan dalam penanganan Karhutla dengan dibentuknya MPA (Masyarakat Peduli Api) yang mana para anggotanya itu berada di sekitar kawasan yang berpotensi besar bisa terjadi kebakaran lahan dan hutan. Salah satu fungsi MPA tersebut membantu pemadaman jika terjadi kebakaran.

“Kita sendiri berada di Kota, contoh kalau terbakarnya di Binusan sana, MPA Binusan lebih dekat, mereka turun duluan kita datang membantu, kalau menunggu Polhut sendiri kan lama ”,tambah Rahmat.

Saat ini telah dibentuk Dua kelompok MPA, yang pertama MPA Binusan beranggotakan 12 orang lalu MPA Floresta di Nunukan Barat yang beranggotakan 15 orang. Tahun ini akan rencananya akan dibentuk lagi MPA untuk daerah Sebatik dan Tulin Onsoi. Untuk kegiatan MPA sendiri akan di berikan honorarium per kegiatan.

Ditempat terpisah, Asrul Personil Polhut UPT KPH Nunukan juga mengatakan bahwa perlu diberikan efek jera terhadap pelaku pembakaran serta sosialisasi ke masyarakat.

“ Polhut sendiri bisa mengambil tindakan hukum terhadap  pelaku pembakaran namun kita belum punya Penyidik (PPNS), karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, masalah lingkungan, kebakaran hutan ini bukan kecil dampaknya. Cukup diberikan efek jera saja kalaupun kita ketemukan hanya skala kecil kita lakukan pembinaan dulu, tapi intinya sosialisasi dulu tentang pelanggarannya serta dampaknya, selama ini cuma slogan saja di pidana segini tapi tidak pernah mereka indahkan karena banyak masyarakat yang belum tahu ”. Pungkas Asrul. (Ari)

Share:
Komentar

Berita Terkini