Pesijuk Dayah Madinatuddiniyah Manyak Payed Oleh Abu Tumin

Editor: Redaksi author photo
Aceh Tamiang - Bupati Aceh Tamiang Mursil, SH, M.Kn menghadiri Peresmian Dayah Madinatuddiniyah “Miftahul Jannah” di Kampung Alue ie puteh Kecamatan Manyak Payed, pada Minggu (01/03/20) sekira pukul 10:00 WIB. Peresmian ini pula turut dihadiri oleh Abu Muhammad Amin (Abu Tumin Blangblahdeh), Kepala Dinas Syari’at Islam, Ketua MAA, Danyon (Raider 111 KB), Camat Manyak Payed, Para Datok Pengulu se-Kecamatan Manyak Payed serta Pimpinan Dayah se-Kecamatan Manyak Payed.
Peresmian pesantren diawali dengan Peusijuk Dayah oleh Abu Tumin Blangblahdeh, selanjutnya sambutan yang disampaikan oleh Tgk. Rahmadhani Ramli (Tgk. Aden) Pimpinan Dayah, yang mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan membantu dalam pembangunan dayah ini.
Selanjutnya sambutan dan arahan Bupati Aceh Tamiang Mursil, yang mengatakan bahwa pada HUT Kabupaten Aceh Tamiang, April mendatang direncanakan akan mengadakan Doa dan Zikir bersama dan akan digelar di Mesjid Al-Farisi Kecamatan Manyak Payed. Oleh karenanya, Mursil meminta kepada masyarakat untuk dapat mengikuti acara Doa dan Zikir ini, sekaligus memohon kepada Allah Kabupaten Aceh Tamiang dijauhkan dari bala dan penyakit seperti virus corona yang saat ini tengah melanda diberbagai belahan di dunia.
Tak lupa pula Mursil menghaturkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pendiri Dayah Madinatuddiniyah "Miftahul Jannah", tengku Rahmadhani Ramli (Tgk. Aden), karena berkat beliau membangun dayah di kampung Alue ie puteh ini, kampung ini menjadi banyak dikenal orang.
Kegiatan ini juga diisi dengan tausiah singkat yang disampaikan oleh Abu Muhammad Amin (Abu Tumin Blangblahdeh), Abu mengingatkan bahwa Provinsi Aceh harus tetap bersatu jangan mudah terpecah belah, tetap jaga silaturahmi dan persaudaraan.
Abu menjelaskan bahwa Dayah merupakan suatu lembaga yang dimana merupakan tempat diajarkannya Syari'at terutama Syari'at Islam. Syari’at yang datangnya dari Allah, dijelaskannya ada 2 cabang yakni cabang hukum Syari’at dan Hubudiyah (kembali kepada Islam) dan yang kedua cabang akidah (kembali kepada iman) sehingga terbentuknya muslimin dan mukminin.
“Kalau tidak baik akhlak tidak ada arti bentuk indahnya rupa, salah satu tujuan Allah Swt mengutus Rasulullah disamping membawa syari'at adalah untuk memperbaiki budi pekerti akhlak manusia.  Sedangkan Syari'at bertujuan untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah dan mengatur hubungan manusia dan manusia lainnya,” terang Abu.
“Tidak ada arti Mesjid megah dan indah apabila mesjid tidak ada orang yang mengisinya. Hubungan mesjid dengan Dayah sama seperti zat dan sifat, nyawa dan tubuh sehingga Mesjid dan Dayah tidak dapat kita pisahkan. Manusia hidup untuk mendapatkan 2 khasanah; khasanah dunia dan khasanah akhirat: kedua khasanah itu perlu. Ilmu dunia perlu kita pelajari untuk bekal kehidupan di dunia dan tentu ilmu akhirat juga penting kita pelajari untuk kehidupan selanjutnya diakhirat kelak,” lanjut Abu
“Bagi orang-orang tua yang memiliki anak hendaklah dapat mendidik anak kedalam 3 perkara yakni anak tersebut bermanfaat kepada Allah, kedua, anak tersebut bermanfaat ditengah-tengah masyarakat dan yang ketiga anak tersebut bermanfaat bagi dirinya sendiri. Jangan sampai kiamat iman sebelum kiamat dunia, Dunia boleh kiamat tapi iman kita dan anak-anak kita tidak boleh kiamat,” tutup Abu. | Andre
Share:
Komentar

Berita Terkini