Kabag Humas Devy : Ada Rapat Bersamaan, Rapat Kami Lebih Penting

Editor: Redaksi author photo
Pesan Whatsapp Kabag Humas Devy saat diwawancarai Awak Media Jum'at (17/4)

ACEH TAMIANG - Penggunaan anggaran Covid-19, sebesar Rp 3 milyar diduga akan bermasalah. Bupati dan pihak terkait tidak hadir rapat dengan DPRK Aceh Tamiang.

Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, menilai laporan Anggaran Pencegahan dan Penanganan Covid-19 dari Biaya Tidak Terduga (BTT), penggunaannya dinilai tidak jelas.

Hal itu disampaikan salah satu anggota Dewan, Fitriadi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas Anggaran Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang di Ruang Sidang Utama DPRK, Kamis (16/4/2020).

“Satu nama menduduki dua jabatan di Tim Gugus Pencegahan Penanggulangan Covid-19, sekretaris sekaligus ketua gugus, apaan itu," katanya.
Tidak hanya itu, dalam laporan BTT tersebut juga tidak merumuskan rincian terkait barang-barang apa saja yang sudah dibeli dan juga telah disalurkan.

“Bentuk laporannya kenapa harus global seperti ini, tapi harusnya dijelaskan secara rinci,” papar Fitriadi.

Sementara itu, dengan tidak hadirnya Bupati, Kadis Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) dan Kepala Inspektorat. Apa sebenarnya yang sedang terjadi di gugus covid. 

“RDP ini seharusnya dihadiri oleh mereka untuk dibahas penggunan anggaran Covid-19 itu, jadi rapat harus dibatalkan,” intrupsi anggota Dewan Sugiono Sukandar.

Dikesempatan yang sama, Ketua DPRK Aceh Tamiang mengatakan dilakukan RDP merupakan tugas Lembaga Legislatif dalam bentuk Pengawasan .

“Anggaran Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 terlalu besar tidak mencerminkan faktanya,” terangnya

Saat diwawancarai Kabag Humas Devy mengatakan," Karena ada rapat bersamaan Sehingga tidak bisa mengikuti rapat di DPRK karena rapat kami lebih penting,"katanya melalui WhatSApp. | • Hariannusantara.Id
Share:
Komentar

Berita Terkini