RENUNGAN PAGI MENYAMBUT AWAL RAMADHAN

Editor: Redaksi author photo

Aceh Tamiang - Pertama di tahun ini, di bulan suci Ramadhan ini, di bulan yang penuh keutamaan bagi umat Islam kembali datang. Ditengah - tengah merebaknya virus Covid-19 yang telah melanda 210 negara Suasana kehidupan mulai berubah. Telah tercatat laporan dari WHO pada kamis 23 april 2020, ada sebanyak 2.647.349 orang terinfeksi virus dan sudah mencapai 175.247 jiwa yang telah meninggal dunia.

Kali ini, Umat Islam tampak lebih religius dengan terjadinya peningkatan korban jiwa yang terpapar Covid-19 diseluruh dunia. Sehingga umat muslim berlomba-lomba meningkatkan juga amal ibadahnya. Dan Harapkan Masjid kembali penuh oleh jamaah yang menunaikan ibadah shalat fardhu dan shalat Tarawih walaupun saat ini sedang menghadapi pandemi wabah Covid-19. 

Begitu juga Pengajian dan buka puasa bersama sebelumnya boleh digelar di mana-mana, di rumah pribadi maupun di berbagai institusi dan ditahun ini pun sudah dibatasi. Dan di tahun ini juga para Yatim piatu dan fakir miskin pun mendapat perhatian lebih seiring dengan meningkatnya Penyebaran Virus Covid-19 Seakan Kiamat dunia sudah dekat  menyadarkan para orang kaya yang kikir dan tamak untuk beramal lebih. 

Tadarus pun menggema dari berbagai pelosok kampung yang ada di masjid, Surau dan mushalla, yang kadang kala karena terlalu bersemangatnya, terasa seperti suara seruan kepada allah agar segera mengirimkan malaikat untuk menjaga seluruh umat muslim dalam melewati malam-malam dibulan penuh rahmat ini. 

Pendek kata, pada Ramadhan ini Muslim diingatkan kembali akan pentingnya nilai-nilai keagamaan yang sebelumnya kurang mendapat perhatian karena disibukan dengan berbagai urusan dunia yang tak ada habis-habisnya sehingga mendapat teguran keras dari Allah melalui wabah virus Covid-19. Sadar apa tidak kita saat ini, Segala sesuatu perlu jeda, termasuk dalam beribadah. Jeda dalam bentuk harian yang terbagi dalam lima waktu dalam bentuk perintah melaksanakan shalat. Jeda mingguan, dalam bentuk pelaksanaan ibadah shalat Jum’at, dan ada jeda bulanan dalam bentuk pelaksanaan puasa Ramadhan. Jeda dari suatu rutinitas sangat perlu untuk mengambil jarak, untuk melakukan evaluasi diri. Tanpa evaluasi diri, tak akan ada perbaikan karena kita tak tahu apa kesalahan atau kekurangan yang kita jalani.   

Di luar meningkatnya gairah kembali kepada ajaran-ajaran agama, ternyata pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan sendiri perlu mendapat banyak evaluasi. Dengan alasan puasa, Masjid dan mushalla dipenuhi dengan orang yang tidur-tiduran karena merasa lapar dan lesu akibat berpuasa bukan karena ibadah. Hikmah dari puasa diharapkan untuk ikut merasakan rasa lapar dari orang yang tidak mampu dan orang yang sedang mengalami kesulitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Dengan demikian, Puji syukur Alhamdulillah senantiasa harus diucapkan ketika kamu diberikan kesempatan untuk bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yang penuh ampunan. Dengan diberikannya kesempatan untuk bertemu bulan Ramadhan, berarti kamu  telah mendapatkan kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan meminta pengampunan Allah untuk menggapai SurgaNya.

Semoga Allah SWT segera mengangkat wabah virus Covid-19 ini. Dan lakukanlah segala perbuatan yang baik dan mulia di bulan Ramadhan untuk mendapatkan ketenangan hati dan ketenangan jiwa dan dijauhkan dari segala bencana. Dan tetaplah berbagi kepada sesama, jaga kesehatan, lakukan pola hidup sehat dan tetap pakai masker saat lakukan kegiatan diluar rumah.

Marhaban Ya Ramadhan.
Semoga Ramadhan ini penuh dengan keberkahan.

Penulis : Andre Septarianja
Share:
Komentar

Berita Terkini