Penjelasan PKL : Petugas Satpol PP Menolak Pemberian Uang Dari Pedagang

Editor: Redaksi author photo
Langsa - Isu yang berkembang selama ini ternyata adalah fitnah. Dan begini klarifikasi PKL (pedagang kaki lima) pajak Langsa mengenai adanya kutipan uang lapak jualan selama ramadhan. 

"Yang dilakukan oknum Satpol PP itu semua tidak benar, mereka tidak memintanya tapi Kamilah yang memberi kepada mereka (Satpol PP )",  kata PKL saat di konfirmasi di lapangan, selasa (19/05/2020).

Dalam keterangannya para PKL itu mengatakan dengan jujur, bukan Satpol PP yang meminta tapi pedagang lah yang memberi dengan meminta keringanan agar bisa berjualan sebulan penuh selama Ramadhan Ini, begitu keteranggan dari ibu Ati dan di aminkan oleh Kak Dah. "Jadi pak cerita sebenarnya begitulah Pak",  Tuturnya kepada Wartawan pada selasa pagi di lapak mereka berjualan. 

"Dari pihak Satpol PP menolak pemberian uang tersebut dan bersiteguh tetap bekerja sesuai Intruksi dari atasannya untuk menertibkan pasar agar tak sembrawut karena para PKL memakan badan jalan untuk berjualan", tambahnya ibu Ati.

"Kalaupun boleh PKL  hanya di berikan batas waktu 7 hari untuk berjualan mulai dari 3 hari sebelum meugang dan 3 hari sesudahnya", tambahnya lagi ibu Ati.

Disamping itu Kasi Ops Satpol PP Dian saat di Konfirmasi di Kantornya menjelaskan " itu hanya berita miring saja yang di tujukan kepada saya dan institusi", terangnya.

Dian Menambahkan "cuma pedagang dan anggota yang di lapangganlah yang tau tentang berita tersebut", jelasnya lagi.

Dan jelasnya bagaimanapun itu kalau memang ada yang di katakan penggutipan uang lapak di sekitar pajak Langsa untuk bisa berjualan dibadan jalan selama di Bulan Ramadhan itu merupakan hanya bahasa komunikasi yang gagal, karena PKL lah yang memaksa Satpol PP untuk menerima uang dan bukan Satpol PP yang meminta atau menetapkan harga perlapak para PKL tersebut. Tutup berita,  demikianlah keterangan yang diberikan oleh para PKL yang di amin kan oleh pedagang lainnya.

Laporan : Muhammad Siar
Editor.    : Andre
Share:
Komentar

Berita Terkini