Perubahan Anggaran Covid-19, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buru

Editor: Redaksi author photo
Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Kabupaten Buru. Hasan Rehalat. SP

Maluku Namlea - Akibat dampak Pandemi Covid-19 menyebabkan seluruh aktivitas masyarakat terhenti sementara sesuai anjuran Pemerintah berdiam agar masyarakat harus berdiam di rumah selama 14. Hari kemudian dapat di perpanjang kembali jika memang kembali.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buru  belum lama ini menyampaikan rencana penanganan  dan penggunaan anggaran untuk pembelajaan 6000 paket Sembako kepada Komisi II DPRD Kabupaten Buru, kini mengalami perubahan namun sampai ini belum disampaikan perubahan ke Komisi II DPRD Buru. 

Pada awal sebelum pekerjaan pengadaan pembelanjaan Sembako ini di tangani pihak oleh pihak Perusahaan, sempat dilakukan Pemaparan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buru kepada Komisi II DPRD Buru bahwa rencana pengadaan 6000 Paket Sembako dengan rincian, 1 Paket sembako senilai Rp. 470.000,- dikalikan 3500 paket sembako total Rp. 1.645.000.000,- untuk belanja sembako berupa Beras, Minyak Goreng, Gula, dan Daun Teh. 

Namun setelah disinyalir media ini (Red. Harian Nasional Nusantara) yang diberitakan belum lama ini (senin 27/04/2020) terkait Bantuan Sembako 6.000 Paket  dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buru dengan volume pembelanjaan  perpaket senilai Rp. 310.000,- untuk 3500 paket hal ini menjadi sorotan Lembaga Legislasi DPRD Buru bahwa apa yang disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buru tidak relavan dengan apa yang sudah di sampaikan beberapa waktu lalu di Komisi II DPRD Buru.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buru Hasan Rehalat. SP,  ditemui media ini diruang kerjanya, dinamlea Selasa (05/05/2020).

Kepada media ini. Rehalat membenarkan bahwa dirinya saat penyampaian di Komisi II DPRD Buru itu rencana pengadaan sembako perpaket senilai Rp. 470.000.- karena saat itu kami melakukan survey tahap awal ke supplier atau distributor Sembilan bahan pokok lokal di Kota Namlea dan Unit semua harga barang sembako harganya masih melonjak meningkat harganya. Ungkap Rehalat

Lanjut Rehalat, setelah di akhir bulan Maret kam bersama tim Covid-19 Kabupaten Buru melakukan Survey tahap dua disupplier ternyata harga bahan sembilan bahan pokok sudah menurun harganya sehingga kami melakukan perhitungan kembali setiap aitem yang di benlaja senilai Rp. 310.000,- dikalikan 3.500 total Rp. 1.085.000.000,- pembelajaan Sembako berupa Beras 10 kg, 1 Gen Minyak Goreng 5 liter, gula 2 kg, dan 1 dos daun teh. Kemudian untuk pengadaan 2000 paket sembako dengan perpaketnya sebesar Rp. 111.000,- dikalikan senilai total Rp. 222.000.000,-  sehingga total Anggaran Pembelanjaan Sembako senilai Rp. 1.307.000.000,- Jelas Rehalat.

Menyinggung terkait mekanisme Pengadaan  Bantuan Sembilan bahan Pokok ini kata Rehalat, Kami  tidak melalui Tender tetapi untuk bencana alam atau nonalam Covid-19 ini hanya ada dua metode yang di pakai yaitu Swakelola dan Penunjukan sehingga yang kami pake adalah metode Penunjukan lagsung kepada Kontraktor untuk melakukan pengadaan pembelajaan sembilan bahan pokok. Tandas Rehalat Kadis Ketahanan Pangan Buru.

Bertalian dengan hal tersebut, Media ini menemui  Pihak Perusahan CV. A berinisial S  di kantornya yang bermukim di Kota Namlea Kabupaten Buru, selasa  05/05/2020, dirinya mengakui bahwa Pengadaan sembilan bahan pokok ini melalui Penunjukan Langsung dar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buru. Tuturnya.

Dia menambahkan, Proyek Penunjukan Langsung Pengadaan Sembako yang ditanganinya senilai Rp. 1.031.000.000,- untuk pengadaan Pembelanjaan Sembako 3.500  paket, yang berisikan Beras 10 kg, 1 Gen Minyak Goreng 5 Liter, Gula 2 Kg, dan 1 Dos Daun teh. Akuinya 

Sedang pengadaan Sembako 2.000 paket dirinya tidak  tau alias tidak menanganinya, mungkin itu pihak Dinas Ketahanan Pangan yang menangani langsung atau perusahaan lain. Ucapnya. (Grace)
Share:
Komentar

Berita Terkini