Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Buru Gencar Melakukan Pemetaan Wilayah

Editor: Redaksi author photo
Yulianis Rahim Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Buru

Maluku Namlea - Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buru Yulianis Rahim ketika dihubungi media ini melalui via pesan WhatShaapnya, saat sementara mengikuti rapat Kerja Satgas Covid-19 Kabupaten Buru dengan DPRD Buru dinamlea Selasa (02/06/2020).

Nani dalam Pesan WhatShaapntnya mengatakan Rapat Yang berlangsung ini merupakan Rapat Kerja Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buru guna melaporkan hasil kinerja Tim Satgas Covid kepada DPRD Buru kata Nani

Selanjutnya Nani Menandaskan bahwa Kabupaten Buru tidak termasuk dalam 102 daerah yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk menerapkan New Normal Alasannya bahwa Kabupaten Buru Terdapat beberapa kasus yaitu pertama Ada kasus terkonfirmasi PCR 8 orang, kedua Ada kasus kematian akibat covid -19  1 orang dan Ada PDP 5 orang. dan ketiga ada penularan lokal  ( Bukan Pelaku Perjalanan tapi tertular ) Covid-19. Pinta Nani

Olehnya, Untuk mengantisipasi kasus kasus baru, kata Nani, kepada media ini, bahwa Tim Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buru terus gencar melakukan Langkah langkah sebagai berikut
Pertama Melakukan pemetaan Wilayah untuk Wilayah yang terdapat kasus konfirmasi (Wilayah Merah) Akan diperketat keluar masuk  orang sehingga masyarakat tidak  leluasa masuk keluar. Istilah kasarnya kecamatan Namlea akan di blokade biar penyebaran Covid-19, tidak menyebar ke kecamatam lain. Ketiga Kita akan gencar melakukan deteksi dini dan karantina bagi orang orang yang terindikasi terpapar dengan kasus covid baik melalui rapid test maupun hasil PCR, untuk memblokir penyebarannya lebiih awal. Jelas Nani

Menyinggung soal Rapid tes Bagi pasien Waelana, Nani, menjelaskan bahwa Yang di waelana sudah diswab pada tanggal 30 dan 31 Mei kemarin, dan kemarin pagi sudah diantar pulang ke waelana untuk melanjutkan karantina di polides. Sedangkan yang di waekasi juga hari ini dijemput karena alat untuk pengambiln swab habis. Tutur Nani

Menurut Nani ,  Kemarin malam baru dikirim dari ambon. Kondisi ibu alhamdulillah sudah sehat walaupun usianya rentan tapi beliau tidak ada komorbid (penyakit penyerta yg bisa memperberat kondisi pasien),  dan tanggal 29 sudah diswab juga bersama menantunya dan PDP HB, hanya  saja hasil swab belum ada. Harusnya hari selasa (01/06/2020) sudah ada hasil Swab  dari 4 orang, tapi surat resminya belum ditandatangani Kadis Kesehatan Provinsi Maluku Salah 1 dari 4 orang itu adalah FN. Namun info terakhir  yang kami dapat bocoran FN sudah negatif sehingga dibuatkan testimoni. Tandas nani 
(Grace)
Share:
Komentar

Berita Terkini