Pangkalan Jual LPG 3 kg di Taput Diatas HET

Editor: Redaksi author photo
Tapanuli Utara - Ditengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, Pemerintah Republik Indonesia telah banyak membuat kebijakan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi wabah yang memporak-porandakan perekonomian nasional dengan memberi berbagai macam bantuan.

Seperti misalnya memberikan Bantuan Sosial Tunai, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), PKH, BLT Propinsi, BLT dana desa dan menggratiskan biaya listrik untuk mengurangi beban masyarakat.

Tidak ketinggalan, Partai Politik, BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta maupun pengusaha dan perorangan juga melakukan aksi sosial kepada masyarakat dengan memberikan berbagai bantuan seperti Bantuan Pangan, Alat Kesehatan dan alat pelindung diri.

Akan tetapi ditengah persoalan yang menimpa seluruh sektor ekonomi masyarakat Indonesia masih ada oknum tertentu yang melakukan kegiatan usahanya justru membuat masyarakat terbebani.

Bantuan pemerintah dalam bentuk subsidi gas elpiji 3 kilogram yang seharusnya sesuai harga eceran tertinggi (HET) di pangkalan di Tapanuli Utara sebesar 18.000 rupiah sesuai Peraturan Bupati Taput, Namun pemilik Pangkalan di Tarutung Taput nekat menjual gas elpiji 3 kg melebihi HET kepada masyarakat sebesar Rp. 23.000/tabung. 

Penelusuran Harian Nusantara.id dilapangan, pangkalan Gas Elpiji 3 kg di Terminal Madya Tarutung menjual kepada masyarakat dan pengecer sebesar 23.000 rupiah.
Salah seorang warga baru baru ini menyebutkan kalau dirinya membeli Gas Elpiji 3 kg dari Pangkalan tersebut 23.000 rupiah/tabung.

"Ia, harga gas elpiji 3 kg ini kami beli seharga 23.000/tabung dari pangkalan, begitu juga pengecer mereka membeli sebesar 23.000 rupiah/tabung, lalu pengecer menjual kepada masyarakat 24 ribu dan 25 ribu rupiah agar ada untungnya antara seribu sampai dua ribu rupiah per tabung" ujarnya

Menanggapi hal tersebut Kabag Perekonomian Setda Taput Fajar Gultom mengaku kecewa terhadap pangkalan yang berani membuat harga melebihi HET yang ditetapkan dalam Peraturan Bupati sebesar Rp. 18.000/tabung.

"Kita sudah berkali kali menegur mereka, kita akan turun kelapangan untuk melakukan monitoring terkait 
Harga gas Elpiji subsidi di Pangkalan tersebut" tandasnya

Sementara Pangkalan atas nama Noralina Saragih di Terminal MadyaTarutung saat dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait harga yang melebihi HET di pangkalan miliknya dia tidak bersedia menjawab. (HN.PL)
Share:
Komentar

Berita Terkini