Pelaku Pencurian Berhasil Diringkus Polres Tapanuli Utara

Editor: Redaksi author photo
Tapanuli - Dua dari empat Pelaku pencurian di Toko Miduk Tarutung Tapanuli Utara (Taput) berhasil diringkus petugas Polres Taput kamis (11/06) pukul 21.30 wib, dari warung tuak di Kecamatan Pangaribuan Taput.

Kasus pencurian pada toko milik Nursintan Panggabean,  terjadi pada tanggal 01 Juli 2019 di Jalan Sisingamangaraja Tarutung, Taput.

Kedua tersangka yang ditangkap yakni inisial LM (31) warga Kecamatan Garoga dan BS (49) warga Kecamatan Pangaribuan. Kedua tersangka ditangkap saat sedang berada di warung tuak di Kecamatan Pangaribuan, Taput.

Tersangka LM terpaksa dihadiahi timah panas oleh polisi dengan menembak kaki sebelah kiri karena mencoba melarikan diri saat ditangkap.

Sementara dua tersangka lainya masih buron (DPO), yakni inisial MS (45) warga Jakarta dan marga Ambarita (40) warga Jakarta.

Kapolres Taput AKBP Jonner Samosir SIK, didampingi Kasat Reskrim AKP Jonser Banjarnahor, Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing, dalam keterangan pers nya, Jumat (26/06/2020) menjelaskan, peranan LM adalah membantu MS untuk membongkar jendela samping Toko Miduk menggunakan linggis dan obeng.

Lalu menggeser brankas dari pojok belakang toko hingga ke luar. Sementara BS membantu memberikan alat linggis dan obeng, selanjutnya membantu menggeser brankas hingga ke dalam mobil. Peranan marga Ambarita sebagai supir sekaligus penyedia mobil dan memantau dari luar toko. 

Peranan MS sebagai penyedia alat untuk membongkar jendela agar bisa masuk ke dalam toko, selanjutnya menyediakan ban luar mobil sebagai alat untuk menggeser brankas.

Dilanjutkan AKBP Jonner Samosir SIK, barang bukti yang berhasil disita dari tersangka adalah 1 unit motor Yamaha RX King dengan nopol D 041 BU warna hitam yang diperoleh dari uang yang dicuri dari Toko Miduk.

1 buku tabungan BRI Simpedes atas nama Marisi Nurmala Lumbantobing, 1 unit brankas besi yang dibuang di sungai Asahan dan masih dalam proses pencarian.

Kepada polisi, tersangka mengaku melakuan pencurian berawal pada Sabtu 29 Juni 2019, para tersangka berkumpul di sebuah kolam pancing di daerah Kecamatan Pangaribuan untuk membahas rencana pencurian.

Pada Senin, 01 Juli 2019 sekira pukul 02.00 Wib, empat pelaku menggunakan mobil jenis Toyota Avanza yang dirental tiba di samping kiri Toko Miduk di Tarutung. Lalu, MS melompat dari dan menyuruh BS mengambil linggis dan obeng dari mobil. Selanjutnya mereka mencongkel jendela. 

Setelah terbuka, LM dan BS masuk ke dalam toko untuk mengambil brankas yang terletak di pojok belakang lantai 1 toko tersebut. Marga Ambarita kemudian memarkirkan mobil di depan toko, lalu mencongkel pintu depan toko agar bisa mengeluarkan brankas. Tersangka selanjutnya menggeser brankas dan memasukkannya ke dalam mobil. 

Setelah itu ke empat pelaku berangkat menuju Porsea Kabupaten Toba untuk menyimpan brankas. Pada 03 Juli 2019, MS dan Ambarita membongkar brankas tanpa diketahui LM dan BS. Selanjutnya MS memberikan uang sebanyak Rp 17 juta kepada LM dan Rp 30 juta kepada BS sebagai upah. Sementara sisanya dibawa oleh MS dan Ambarita ke Jakarta.

"Kerugian akibat pencurian Toko Miduk ini adalah Rp 1 Miliar. Kepada tersangka kita jerat pasal 363 ayat (1) ke 4e, ke 5e KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," ujar AKBP Jonner Samosir SIK.

Satu orang pelaku pencurian Toko Miduk, yakni inisial LM, bersama tersangka lainnya yakni JAH (24) warga Desa Harianja Kecamatan Pangaribuan, ternyata juga tersangka pencurian terhadap korban Karel Garlen Pakpahan (61) di Desa Sibingke Kecamatan Pangaribuan, Taput, yang terjadi pada Selasa (24/12/2019).

Akibat aksi pencurian uang dilakukan kedua pelaku, korban kehilangan emas sekitar 106 gram dan uang sekitar Rp 10 juta.

Dari para tersangka petugas menyita Barang bukti, 1 unit motor CBR warna kombinasi kuning dan merah, 1 unit motor astrea grand, 1 celana panjang warna hitam, 2 celana jeans warna biru dan 2 kaus warna hitam.

"Semua tindak pidana kejahatan di Taput  mudah mudahan bisa kita ungkap. Kita tetap melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku Curas," tegas AKBP Jonner Samosir SIK. (HN.id.PL)
Share:
Komentar

Berita Terkini