Wakil Bendahara DPP Partai Demokrat, Eka Putra, Siap Bertarung Di PilkadaTanah Datar Sumbar

Editor: Redaksi author photo
Sumbar - Sejak belum beruntung mendapatkan kursi DPR RI, saya sudah diminta mencalonkan diri di Pilkada Tanah Datar. Umumnya, tokoh masyarakat, kader partai meminta dengan pertimbangan saya memiliki modal besar yaitu, perolehan suara yang sangat signifikan di Tanah Datar. 

Namun, saya menilai, tidak etis saya memutuskan maju, di saat pak Irdinansyah, bupati petahana masih memutuskan akan ikut untuk periode kedua. Secara prestasi, saya melihat beliau bagus memimpin Tanah Datar, dibuktikan dengan program rumah tahfiz yang berhasil membawa Tanah Datar juara umum MTQ Sumbar yang pertama dalam sejarah mengalahkan Kota Padang, banyaknya prestasi-prestasi lain, kurangnya angka kemiskinan, dll. 

Jadi, tidak etis saya ikut pula bertarung di Pilkada Tanah Datar. Sebab, walau bagaimana pun kami satu basis dan beliau salah satu guru politik saya, dan orang tua saya di Lintau. 

Ternyata, kondisi kesehatan pak Irdinansyah tidak memungkinkan untuk maju lagi di Pilkada Tanah Datar. Begitu pak Irdinansyah mengumumkan tak maju lagi, telepon masuk bertubi-tubi. Baik dari kader maupun tokoh-tokoh masyarakat, ninik mamak, bundo kandung dan pemuda. 

Saya juga belum memutuskan, hingga akhirnya cerita ini sampai ke sesepuh Demokrat dan tokoh-tokoh Tanah Datar di rantau. Semuanya juga menghubungi saya dan mendorong untuk maju. 

Saya kemudian berpikir “Mungkin dengan jadi kepala daerah, saya bisa membayar utang saya ke masyarakat tanah Datar, akhirnya dengan Bismillah saya memutuskan untuk maju di Pilkada Tanah Datar. 

Akan berpasangan dengan siapa?
Sudah banyak para kandidat lain yang menelepon meminta untuk jadi calon wakil bupati berpasangan dengan saya, ada juga yang minta waktu untuk silaturrahmi. 

Belum ada kita putuskan akan berpasangan dengan siapa. Semuanya masih dibahas. Tentu saja berdasarkan hasil survey, masukan pengurus DPC Demokrat dan para relawan. 

Nanti jika sudah ada kata sepakat pasti akan kita umumkan kepada publik.

Akan berkoalisi dengan partai apa?

Ketua DPC Demokrat Tanah Datar masih menjalin komunikasi politik dengan berbagai partai lainnya. Saat ini juga masih menunggu. Karena partai juga berkaitan dengan kandidat, jadi nanti juga akan diumumkan ketika sudah ada kesepakatan.

Apa program unggulan untuk Tanah Datar?

Kabupaten Tanah Datar merupakan daerah agraris, lebih 70 persen penduduknya bekerja pada sektor pertanian, baik pertanian tanaman pangan, perkebunan, perikanan, maupun peternakan. Selama ini belum ada suatu terobosan besar untuk memajukan Tanah Datar di sektor pertanian. 

Fokus utama kita adalah sektor pertanian. Kita akan tingkatkan produktivitas pertanian Tanah Datar. Jangan bayangkan dengan menyuruh masyarakat menjadi petani. 

Begitu banyak hal yang bisa dilakukan memajukan sector pertanian Tanah Datar. Kita harus meningkatkan nilai tambah komoditi pertanian, salah satunya dengan cara mendirikan pabrik-pabrik pengolahan hasil pertanian. Diharapkan tidak ada lagi tomat yang terbuang tidak dijual toke karena harganya sangat murah, cabe yang tidak dipetik karena harga murah. 

Lalu, lahan-lahan tidur harus dimanfaatkan agar mempunyai nilai ekonomi. Anak-anak muda Tanah Datar harus disiapkan menjadi petani milenial, petani modern, dan banyak program lainnya.Distribusi pupuk, bibit unggul dan pestisida akan disempurnakan, sehingga tidak ada lagi keluhan petani terkait hal ini. 

Irigasi juga harus dipastikan berfungsi..

Berikutnya, sektor pariwisata, perdagangan dan pendidikan. Tanah Datar memiliki salah satu destinasi utama di Sumaatra Barat, yaitu Istana Pagaruyung. Namun, multiplier effectnya belum terasa. Lamanya kunjungan di Tanah Datar masih singkat, orang datang berfoto, jalan-jalan di Istano, lalu berangkat. 

Hotel bintang 4 yang dibangun perantau asli Tanah Datar belum berisi dengan maksimal. Kita akan tingkatkan atraksi wisata dan budaya dan dorong lahirnya destinasi-destinasi baru di Tanah Datar. Sehingga orang betah berlama-lama di Tanah Datar.  
Begitu banyak potensi pariwisata di nagari-nagari yang belum dikelola maksimal. Ini harus kita optimalkan pengelolaan dan promosinya, jadi selain ke Pagaruyung orang akan berkunjung ke destinasi lainnya. Setiap akhir pecan di pusat kota harus ada atraksi, sehingga wisatawan memilih menginap di Batusangkar. 

Tanah Datar juga butuh pusat-pusat perdagangan baru. Program pembangunan tol harus dijadikan momentum. Barang-barang kita bisa cepat sampai di provinsi tetangga jika tol sudah selesai, orang dari daerah tetangga juga bisa cepat sampai di Sumbar untuk berbelanja, kita harus tangkap momen ini. Bumnag-bumnag juga harus disiapkan jadi distributor produk unggulan nagari ke daerah lain. 

Pendidikan di Tanah Datar sudah baik, baik pendidikan umum dan agama., Ini harus kita pertahankan dan tingkatkan. Pengurus inti di DPP Demokrat, kenapa maju bupati?

Ya, karena saya cinta tanah Datar. 
Jika saya terpilih, saya harus Hijrah ke Tanah Datar, di saat usaha saya sedang berkembang baik di Jakarta dan beberapa provinsi lainnya. 

Saya juga harus memindahkan keluarga saya ke sini, padahal mereka sudah terbiasa di ibu kota. Saya lahir dan besar di Tanah Datar, saya merantau membangun diri dan kehidupan. Perlu dipahami, setiap perantau pasti ingin memberikan sumbangsih untuk daerahnya sesuai bidangnya masing-masing. Karena saya politikus, saya akan memberikan sumbangsih melalui jalur politik, salah satunya dengan menjadi kepala daerah. (rafi)
Share:
Komentar

Berita Terkini